Senin, September 10, 2007

Valentine, senjata pendangkalan Aqidah




Monday, 21 May 2007

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja di Indonesia khususnya yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walaupun sudah banyak penjelasan melalui ceramah-ceramah, buku-buku, majalah, selebaran dan majalah dinding sekolah dan diantara mereka juga sudah mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. "Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja....".

Pada hari itu, 14 Februari ada yang menyatakan perasaan kasih sayangnya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik. Tapi yang paling banyak ditemui adalah mereka yang menyatakan cintanya kepada 'pasangan' ( yang bukan mahram-nya) atau 'kekasih'nya masing-masing. Di hari itu, para pria atau wanita yang ingin menyatakan cintanya mereka akan mengirimkan kartu atau hadiah berupa boneka atau permen coklat kepada orang yang dimaksud dengan disertai kalimat, "Be My Valentine" (=jadilah Valentine ku). Dalam benak banyak orang kalimat ini sama artinya dengan ucapan, "Jadilah kekasihku." Benarkah demikian ???
Siapakah Valentine ?

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

Pertama, St. Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada tanggal 14 Februari 269 karena eksekusi dari Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci. Ini terjadi sekitar pertengahan abad ke-3 Masehi dan dikuburkan di Via Flaminia. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama sebuah gereja kecil di Roma. Ada sebuah gerbang di Roma yang disebut Gerbang Flaminian atau yang sekarang disebut Porta del Polopo dahulu disebut sebagai Gerbang St. Valentine, yang rupanya nama ini diambil dari nama gereja kecil yang tak jauh dari tempat itu.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ?Be My Valentine?
Ken Sweiger dalam artikel ?Should Biblical Christians Observe It?? (www.korrnet.org) mengatakan kata ?Valentine? berasal dari Latin yang berarti : ?Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa?. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi ?to be my Valentine?, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi ?Sang Maha Kuasa?) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta?ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod ?the hunter? dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Tradisi penyembah berhala

Sebelum masa kekristenan, perayaan / pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Februari, sudah menjadi tradisi budaya masyarakat kuno di Eropa yang terjadi sekitar 500 tahun sebelum masehi (SM). Mereka adalah masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.

Di zaman Athena Kuno, periode pertengahan Januari hingga Februari disebut sebagai bulan GAMELION. Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Perayaan yang jatuh pada 15 Februari adalah sebuah ritual pensucian dari kutukan, kemalangan dan kemandulan. Para pendeta Lupercus (laki-laki muda) melakukan ritual penyembahan dengan mengorbankan seekor domba. Kemudian meminum anggur (wine) dan berlari sepanjang jalan di Roma sambil membawa potongan kulit domba. Para wanita, remaja khususnya maju dengan sukarela untuk diusap kulit kambing tersebut dengan harapan telah disucikan dari kutukan, kemalangan dan kemandulan.

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Februari, yang berpuncak pada tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery / Lotre pasangan, dimana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festifal berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini ternyata sangat mengganggu penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja maka di adopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. Maka Paus Gelasius I pada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine's Day.

Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St. Valentine sebagai sosok suci lambang cinta. Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampur adukkan budaya pagan dalam tradisi kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14 Februari di th.498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakat setempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan dihari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini St. Valentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine?s Day dimasyarakatkan secara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakat di zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya St.Valentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.


Pandangan Islam tentang Valentine?s Day

Kita sudah tahu bahwa budaya tersebut berasal dari kaum kafir. Dan Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah memberikan peringatan yang tegas, "Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Bahkan lebih jelas lagi firman Allah dalam Al-Qur?an :


Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Q.S Al An'aam : 116) Jadi hendaknya kita sangat berhati-hati dalam menyikapi berbagai budaya sebelum masuk dalam kehidupan kita. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S Al Israa? : 36)


Haram Hukumnya Merayakan Valentin

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata?ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata?ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut :
Pertama, ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.
Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata?ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."


Valentine di Negara Mayoritas Muslim

Tahun lalu, Pemerintahan Arab Saudi telah mengharamkan memperjualbelikan bunga mawar ?Valentine?s Day? sebagai simbol hari kasih sayang yang jatuh hari Senin 14 Februari 2005. Otoritas Saudi, Muttawa, sejenis polisi keagamaan, telah berkeliling ke beberapa toko dan kedai-kedai bunga dan melakukan pelarangan. Karenanya, banyak pihak penjual bunga menghindarinya. Jika melanggar, pihak muttawa akan menangkap dan memasukkannya ke penjara selama beberapa hari. Larangan Valentine?s Day tidak hanya dari pihak kerajaan. Para guru dan sekolah juga memberikan himbauan untuk tidak merayakannya.

Empat tahun lalu, Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz al-Sheikh, menyatakan, ?Hari Kasih Sayang? atau Valentine?s Day yang kini dirayakan banyak kaum sekuler sebagai ?cara jahiliah Kristen?. Sheikh Abdulaziz al-Sheikh juga mengeluarkan fatwa ?orang Islam yang mempercayai Allah dan Hari Pembalasan tidak akan pernah merayakan? hari itu.

Mutawa mengharamkan kedai dan toko yang menjual mawar merah, patung beruang dan kartu ucapan atau hadiah berwarna merah atau berbentuk hati untuk ditujukan menyambut hari Valentine?s Day. Bahkan, Mutawa datang setiap pagi dan petang untuk memastikan semua kedai mematuhi aturan.

Di Pakistan, Jamaat Islami, salah satu organisasi Islam yang berpengaruh, juga melarang Valentine's Day. Di Malaysia, para ulama juga sepakat melarangnya.
"Kami, orang-orang Muslim tidak memerlukan budaya yang melanggar ajaran agama kami?, kata Imam Jamal, seorang imam Masjid di Amerika yang juga memberikan larangan kaum Muslimin yang merayakan Valentine's Day dan menyebutnya sebagai tradisi non-Muslim.

Sebagaimana diketahui, Valentine?s Day atau dikenal hari kasih sayang tiba-tiba dianggap sebagai acara penting kalangan muda. Di Filipina, misalnya, 5.300 pasangan dikabarkan menyambutnya dengan berciuman selama 10 detik. Tradisi maksiat yang tak perlu dikembangkan.

Tradisi Valentin di Indonesia ?

Praktek immoral dalam Valentine ternyata masih dilestarikan hingga sekarang. Pemuda-pemudi berkumpul dalam suatu acara pesta, Love lottery dan berdansa berpasang-pasangan semalam suntuk. Lalu apa yang mereka minum ? Apakah air putih. Minuman beralkhol-lah yang pasti mereka pilih yang dianggap sebagi simbol kedewasaan. Kemudian mereka mabuk dan tak mustahil ini adalah ajang pertama kali mereka melakukan hubungan sex bebas dan narkoba. Bahkan tak jarang terjadi di kota-kota besar mereka melakukan pesta nuddis pada hari Valentine. Lalu setelah puas dengan itu semua, mereka pulang ke rumah dengan membawa virus AIDS dalam tubuhnya.

Majalah Gemari, Juni 2003 mencatat : 51,5% Remaja Lakukan Hubungan Seksual di Tempat Kos. Majalah Gemari, Juni 2003 mencatat : Remaja Pemakai Narkoba Bisa Berperilaku Seks Bebas. Sepertiga Penderita AIDS Kaum Remaja, Majalah Gemari, September 2002. Dan Media Indonesia, 21 Juni 2003, salah satu judulnya mengatakan : 2010, AIDS jadi Epidemi di Indonesia,

Berpikirlah dengan jeli, seberapa besar kemanfaatan acara-acara seperti ini di banding kemudharatannya ? Mengapa di negara-negara Eropa justru tradisi semacam ini mulai ditinggalkan tapi di negara-negara mayoritas muslim justru semakin ngetren ? Ada apa gerangan di balik ini semua ?

Valentine, senjata pendangkalan Aqidah

Valentine digunakan sebagai senjata ampuh untuk menghancurkan generasi Muslim lewat pendangkalan aqidah. Sebenarnya upaya ini adalah upaya yang sangat murah jika dibandingkan harus membunuh dan memerangi umat Islam seperti di Afghanistan dan Irak. Skenario penghancuran umat Islam ini memang sudah mereka susun bertahun-tahun yang lalu.

Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935) mengatakan : ?Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu?.

?Meratakan prototipe Barat ke seluruh dunia dan kaum muslim menerimanya. Kalu kita gagal dalam menyebarkan secara merata prototipe Barat itu, dunia akan menjadi tempat yang sangat berbahaya? Gianni Demiklis, Perdana Menteri Uni Eropa, Amerika Newsweek Juli 1993. Lalu, bagaimana sikap kita sebagai umat Islam ?!! Diam saja ? Bertoleransi ?

Semoga Allah subhanahu wata?ala senantiasa menjadikan hidup ummatNya penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan ummat Islam termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata?ala berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin).


(Silmy Kaffah-berbagai sumber)
Last Updated ( Friday, 01 June 2007 )

 dari irena center

Tidak ada komentar: